Selasa, 05 November 2013

Jalan satapak ka Nusantara Jaya



JALAN SATAPAK KA NUSANTARA JAYA
Terjemahan bebas ku Payasa


Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :

“Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”

Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!

Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!

Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!

Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan! Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!
Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara. (bersambung..)


Batavus Onthel



Sepeda  Batavus
Ref: de oud fiets Batavus Specail Edition
Disadur oleh Payasa Ketua Paguyuban Onthel Piets Taman Mini

http://spedaontel.files.wordpress.com/2011/08/batavus.jpg?w=640
Tulisan ini disajikan untuk memperingati 63 tahun serangan Oemoem 1 Maret 1949  dipimpin oleh Letkol Soeharto yang pada waktu itu sebagai Komandan Brigade X/Wehrkreis III. Sepeda merk Batavus pernah digunakan oleh tentara-tentara Indonesia yang ikut berjuang untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dan untuk membuktikan kepada dunia Internasional bahwa TNI  berarti juga Republik Indonesia masih ada dan cukup kuat.

Tak kenal maka tak sayang.
Produksi sepeda  merk Batavus sangat terbatas namun sejak awal tahun empatpuluhan sepeda Batavus memproduksi besar-besaran sepeda sport dan terbukti sangat sukses. Sepeda Batavus termasuk sepeda yang berkualitas baik namun merk Batavus kurang diminati dan disukai oleh para penggemarnya dengan alasan kurangnya desain ke-khas-an sepeda Belanda.

Sejarah Perusahaan Sepeda Batavus.
Pada tahun 1909 Andries Gaastra mendirikan perusahaan sepeda onthel di pusat kota Friesland Heerenveen Belanda dan pada tahun yang sama Gaastra menjadi Importir sepeda yang sukses. Pada tahun 1913 Gaastra mulai merakit sepeda sendiri dengan nama Batavus dan merk ini baru dikenalkan pada dunia tahun 1916 dan pada tahun 1924 merk Batavus resmi mendapat lisensi dari Pemerintah Belanda.
Pada tahun 1945 Gaastra meninggal dunia dan perusahaan Batavus diteruskan oleh anaknya yang bernama Hans Gaastra namun karena situasi tidak menentu dan karyawannya banyak yang pindah ke perusahaan lain (Simplek dan Gazelle) akhirnya perusahaan Batavus lambat laun terhenti dan pada tahun 1948 Perusahaan ini tutup karena krisis bahan baku. Dmikian semoga bermanfaat, terimakasih salam Onthelis, Payasa.